File sharing adalah salah satu fasilitas sistem operasi Windows yang sangat bermanfaat ketika diterapkan dalam jaringan. Dengan file sharing, para pengguna komputer dapat berbagi file (menyalin, mengirim, atau menghapus) file dari satu komputer ke komputer lain.
Akan tetapi, fasilitas ini punya satu kelemahan. Jika tidak dikendalikan dengan baik, file sharing bisa dieksploitasi untuk penyebaran program-program berbahaya (malware) seperti spyware, virus, trojan, worm, dan sebagainya. Oleh karena itu, file sharing hendaknya hanya diaktifkan ketika diperlukan. Setelah tidak digunakan, folder yang awalnya di-share lebih baik ditutup (tidak di-share lagi).
Nah, permasalahannya, jika di komputer Anda sudah terlanjur banyak folder yang di-share Anda bisa bingung folder mana saja yang harus ditutup. Nah, berikut ini tips untuk Anda.
1. Buka Command Prompt dengan mengetik cmd di kotak "Run..." atau di kotak pencarian (Windows 7).
2. Setelah terbuka, tuliskan perintah net share, lalu tekan ENTER.
Command Prompt akan menampilkan daftar folder yang di-share lengkap dengan alamatnya.
Cara lainnya adalah menggunakan Computer Management.
1. Fasilitas ini bisa dipanggil melalui klik kanan pada My Computer lalu pilih Manage.
2. Di panel kiri jendela Computer Management, buka System Tools, lalu Shared Folder, lalu pilih Shares. Di panel kiri akan diperlihatkan
Selamat mencoba!
by Barley
Tidak ada komentar:
Posting Komentar